BAHASA INDONESIA


Pada pertemuan kedua ini dikelas membahas Sejarah Bahasa Indonesia yang terbagi menjadi tiga bagian yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga, MMSI, saya akan menguraikan pembahasan yang saya dapat dikelas dengan tema sejarah bahasa Indonesia ke dalam blog, berikut pembahasannya.

Bagian pertama
Dibagian pertama kita akan membahas mengenai sejarah bahasa indonesia, bahasa melayu ke bahasa indonesia, bahasa melayu kuno, aksara dalam penulisan dan yang terakhir ciri bahasa bahasa melayu kuno.
Sejarah Bahasa Indonesia          
Kelahiran bahasa Indonesia :
·         Pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda)
·         Diangkat dari bahasa Melayu (Riau)
·         Dibina melalui Kongres Bahasa Indonesia I (1938)
·         Disusul dengan Kongres Bahasa Indonesia II (1954)
·         Kongres Bahasa Indonesia melahirkan lembaga yang kini dikenal sebagai Pusat Bahasa
Pembinaan bahasa Indonesia :
·         Kini dibina bersama oleh Pusat Bahasa dan Kongres Bahasa Indonesia
·          Selain itu terdapat organisasi yang bertujuan membina bahasa Indonesia

Setelah itu kita membahas tentang Bahasa Melayu Ke Bahasa Indonesia :
Perkembangan bahasa :
·         Bahasa Melayu Purba
·         Bahasa Melayu Kuno (zaman Sriwijaya, abad 4 – abad 14)
·         Bahasa Melayu Klasik (abad 14 – abad 18)
·         Bahasa Melayu Peralihan (abad 19)
·         Bahasa Melayu Baru (abad 20)
·         Bahasa Melayu Modern (Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia)
·         Menjadi bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Ragam Bahasa Melayu :
·         Melayu Riau Johor
·         Melayu Betawi
·         Melayu Cina
·         Melayu Manado
·         Melayu Maluku
·         Melayu Balai Pustaka, Pujangga Baru

 Berikutnya kita akan membahas  Bahasa Melayu Kuno :
Bahasa Melayu Kuno pada prasasti
·         Prasasti Kedukan Bukit (Palembang, 16 Juni 682)
·         Prasasti Talang Tuwo (Palembang, 23 Maret 684)
·         Prasasti Kota Kapur (Bangka, 28 Februari 686)
·         Prasasti Karang Brahi (Jambi, tahun 692)
·         Prasasti Telaga Batu (Palembang, abad ke-7)
·         Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan, abad ke-7)
·         Prasasti Sojomerto (Pekalongan, abad ke-7)

Aksara dalam tulisan
Aksara yang digunakan
·         Melayu Kuno ditulis dalam aksara Palawa dan Dewanagari
·         Melayu Klasik ditulis dalam aksara Jawi (modifikasi Arab)
·         Melayu Peralihan dan kemudian ditulis dalam aksara Latin
·         Aksara Latin menurut ejaan Bahasa Belanda (Indonesia)
·         Aksara Latin  menurut ejaan Bahasa Inggris (Malaysia)

Contoh prasasti yang menggunakan bahasa melayu :
       Prasasti kedukan bukit
·         Svasti cri
·         cakavarsatita 605 ekadaci
·         cuklapaksa vulan vaicakha dapunta
·         hyang nayik di samvau mangalap
·         siddhayatra
·         di saptami cuklapaksa
·         vulan jyestha dapunta hyang marlapas
·         dari minana Tamvar (Kamvar)

Berikut ini merupakan terjemahan dari Prasasti Kedukan Bukit :
·         selamat bahagia
·         pada tahun saka 605 hari kesebelas
·         dari bulan terang bulan waisaka dapunta
·          baginda naik perahu mencari
·         Rezeki
·         pada hari ketujuh bulan terang
·         bulan jyesta dapunta baginda berlepas
·         dari muara Kampar

Prasasti Talang Tuwo
·         svasti
·         cri cakavarsatita 606 dim dvitiya cuklapaksa vulan caitra
·         sana tatkalana parlak criksetra ini
·         niparvuat parvan dapunta hyang cri yayanaca (-ga) ini pranidhanan
·         dapunta hyang savanakna yang nitanam di sini
·         niyur pinang danau rumviya dngan samicrana yang kayu nimakan vuahna
·         tathapi haur vuluh pattung ityevamadi
·         punarapi yang varlak verkan dngan savad tlaga savanakna yang vuatku
·         sucarita paravis prayojanakan punyana sarvvasatva sacaracara
·         varopayana tmu sukha di asannakala di antara margga lai

berikut ini merupakan terjemahan dari prasasti talang tuwo
·         bahagia tahun saka 606 pada hari kedua bulan terang caitra itulah
·         waktunya taman sriksetra ini diperbuat milik dapunta hyang sri jayanaga
·         ini pesan dapunta hyang semuanya yang ditanam di sini nyiur pinang
·         enau rumbia dan lain-lain yang (berupa) pohon dimakan buahnya serta aur
·         buluh betung dan yang semacam itu demikian pula taman-taman lainnya
·         dengan tebat telaga semuanya yang kuperbuat semua perbuatan baik
·         simaksud untuk kebahagiaan semua makhluk yang bergerak dan tidak
·         bergerak hendaklah daya upaya beliau yang sangat baik itu mendapat
·         kesukaan di kemudian hari dengan jalan lain semoga beliau mendapatlah
·         makanan dan air untuk minumnya semuanya yang dibuatnya ladang kebun

Prasasti Kota Kapur
·         jaya talu muah ya drian gotrasantanana tathapi savahakna yam vuatna jahat makalanit uram makasakit makagila mantra gada visaprasyoga upuh tuwa tamval
·         saramvat kasihan vacikarana ieyevam adi jangan muah ya siddha pulam ka iya muah yam dosana vautna jahat inan tathapi nivunuh ya sumpah talu muah ya mulam yam manu
·         ruh marjjahati yam marjjahati yam vatu nipratistha ini tuvi nivunuh ya sumpah talu muah ya mulam sarambhana uram drohaka tida bhakti tida tatvarjjava di y aku dhava vua
·         tna nivunuh ya sumpah ini gran kadaci iya bhkati tatvarjjava di y aku dngan di yam nigalarku sanyasa datua canti muah dngan gotrasantanana

berikut ini merupakan terjemahan dari prasasti Kota Kapur
·         bahagia (perkataan jampi)
·         hai kamu sekalian dewa-dewa yang mulia hadir jaga keraton sriwijaya kamu sekalian dewa-dewa yang menjadi permulaan segala sumpah
·         manakala di dalam bumi di bawah perintah keraton ini semua ada orang sengaja (berlaku) jahat semaksud dengan orang jahat menegur orang jahat ditegur orang jahat sepakat dengan orang jahat
·         tidak mengindahkan tidak tunduk tidak setia akan daku dan akan dia yang kuberi kedudukan (menjadi) datu sangat (busuk)-lah perbuatan orang itu (maka) ia dibunuh oleh sumpah disuruh pukul ia terutama (oleh) perintahnya datu sriwijaya

Prasasti Laguna
·         swasti shaka warsatita 822 waisaka masa di(ng) jyosta caturthi krisnapaksa somawara sana tatkala dayang angkatan lawan dengan nya sana barngaran si bukah anak da dang hwan namwaran dibari waradana wi shuddapattra ulih sang pamegat senapati di tundun barja(di) dang hwan nayaka tuhan pailah jayadewa
·         di krama dang hwan namwaran dengan dang kayastha nu diparlappas hutang da walenda kati 1 suwarna 8 dihadapan dang huwan nayaka tuhan puliran kasumuran
·         dang hwan nayaka tuhan pailah barjadi ganashakti dang hwan nayaka tuhan binwangan berjadi bishruta tathapi sadana kapawaris ulih sang pamegat dewata [ba]rjadi sang pamegat medang dari bhaktinda diparhulun sang pamegat ya makanya

Berikut ini merupakan terjemahan dari prasasti Laguna, yang diterjemahkan mengunakan bahasa inggris :
·         Long live year of saka 922 month of waisakha according to astronomy the fourth day of the waning moon Monday on this occasion lady angkatan and her brother whose name is bukah the children of the honourable namwaran were awarded a document of complete pardon from the commander in chief of tundun represented by the lord minister of pailah jayadewaa
·         By this order through the scribe the honourable namwaran has been forgiven of all and is released from his debt and arrears of 1 kati and suwarna before the honourable lord minister of puliran kasumuran by the authority of the lord minister of pailah
·         Because of his faithful service as a subject of the chief the honourable and widely rnowned lord minister of binwangan recognized all the living relatives of namwaran who were claimed by the chief of dewata represented by the chief of medang

Prasasti Trengganu , didalam prasasti ini dibagi menjadi 4 sisi :
Sisi A
·         rasul allah dengan yang orang … bagi mereka
·         ada pada dewata mulia raya beri hamba meneguhkan agama islam
·         dengan benar bicara darma meraksa bagi sekalian hamba dewata mulia raya
·         di benuaku ini penentu agama rasul allah salla’llahu ‘alaihi wa sallama raja
Sisi B
·         keluarga di benua jawa (jauh?) … kan … ul
·         datang berikan keempat darma barang orang berpihutang
·         jangan mengambil k … (a)mbil hilang emas
·         kelima darma barang orang … (mer)deka
Sisi C
·         bujan dandanya sepuluh tengah tiga jika ia …
·         menteri bujan dandanya tujuh tahil sepaha …
·         tengah tiga jika tetua bujan dandanya lima ta(hil …
·         tujuh tahil sepaha masuk bendara Jika o(rang …
Sisi D
·         tida benar dandanya setahil sepaha kesembilan darma
·         seri paduka tuhan siapa tida … dandanya
·         kesepuluh darma jika anakku atawa pemain(ku) atawa cucuku atawa keluargaku atawa anak
·         tamra ini segala isi tamra ini barang siapa tida menurut tamra ini laanat dewata  mulia raya
pada Prasasti Trengganu, tidak disertai terjemahan, karena bila kita lihat tulisan sudah dapat kita pahami.

Selain ada beberapa Prasasti-prasasti diatas ada juga Prasasti (Nisan) Minye Tujuh. Berikut ini merupakan isi dari Prasasti (Nisan) Minye Tujuh :
Prasasti (Nisan) Minye Tujuh
·         hijrat nabi mungstapa prasida
·         tujuh ratus asta puluh sa warsa
·          haji catur dan dasa warsa sukra
·          raja iman warda rahmat-allah
·          gutra barubasa mpuk hak kadah pase ma
·          taruk tasih tanah samuha
·          ilahi ya rabbi tuhan samuha
·          taruh dalam swarga tuhan tatuha

yang terakhir yang dibahas dalam bagian pertama ini adalah Beberapa Ciri Bahasa Melayu Kuno :
·         Aksara b sekarang, dulu berupa v (di antara v dan w)
·         Tidak ada lafal e (berbentuk a atau o)
·         Awalan di-, dulu berupa ni-
·         Awalam me-, dulu berupa ma-
·         Awalam ber-, dulu berupa mar-
·         Akhiran –nya, dulu berupa –na
·         Ada kalanya –nya-, dulu –na-   (vanakna)

Bagian kedua
Dibagian kedua ini akan melanjutan penjelasan mengenai sejarah Bahasa Indonesia pada bagian pertama.  Di bagian  kedua ini akan membahas tentang pembakuan ejaan, bahasa melayu,  tulisan arab hingga ejaan yang disempurnakan dan tahapan perubahan  bahasa melayu ke bahasa Indonesia.

Perkembangan Ejaan :
Pembakuan Ejaan
·         Dulu : tulisan Arab (Jawi)
·         Tahun 1901: ejaan van Ophuijsen
·         Tahun 1947: ejaan Soewandi (ejaan Republik)
·         Tahun 1972: ejaan yang disempurnakan
·         Ejaan yang disempurnakan menyeragamkan ejaan di Brunei, Indonesia, Malaysia,
·         dan Singapura (Majelis Bahasa Brunei, Indonesia, Malaysia – Mabbim)

Tulisan Arab (Jawi)
·         Bahasa Melayu ditulis dalam huruf Arab dikenal sebagai Jawi
·         Sampai sekarang masih digunakan di Malaysia dan Brunei sebagai tulisan resmi (koran Utusan Melayu)
·         Tidak semua huruf Arab dipakai
·         Ada lafal yang tidak ada di huruf Arab sehingga dikarang baru
·         Huruf karangan baru, di antaranya,  ca, pa, ga, nga, va, nya

Contoh tulisan Arab (Jawi) :

Malay (Bahasa Melayu)
Malay is an Austronesian language spoken in Malaysia, Indonesia, Singapore, Brunei and Thailand. The total number of speakers of Standard Malay is about 18 million. There are also about 170 million people who speak Indonesian, which is a form of Malay.
The earliest known inscriptions in Malay were found in southern Sumatra and on the island of Bangka and date from 683-6 AD. They were written in an Indian script during the time of the kingdom of Srivijaya.
When Islam arrived in southeast Asia during the 14th century, the Arabic script was adapted to write the Malay language. In the 17th century, under influence from the Dutch and British, the Arabic script was replaced by the Latin alphabet.

Arabic alphabet for Malay (Jawi)

Ejaan Huruf Arab (Jawi)
Ejaan Arab (Jawi)
سموا مأنسيا دلاهيركن بيبس دان سام رات دري سڬي  کمولياءن دان حق٢. مريك ممڤوڽاءي ڤميكيرن دان ڤراساءن هاتي سرتا هندقله برتيندق انتارا ساتو سام لاءين دڠن سماڠت ڤرساوداراءن
                                         Pasal 1 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia
 Ejaan van Ophuijsen
                         Dalam bukunya berjudul: Tata Bahasa Melayu
                  Tahun 1901
Beberapa aturan
·         oe dan u: u untuk diftong au, poelau
·         ai dan aï:  untuk diftong ai, bukan diftong menamaï
·         e dan é: pada sedap, ékor
·         a dan ‘a, oe dan ‘oe: ada, ‘akal,
·         j : untuk y pada saja, kaja
·         dj, nj, sj, tj : pada djadi, njanji, sjarat, tjari
·         ch: untuk chabar, ichtiar
·         Bunyi hamzah:  ‘ seperti pada ta’, ta’loek,
 Bahasa Melayu
Ada bahasa melayu tinggi dan ada bahasa melayu rendah atau pasar. Pada paruh pertama abad ke-20, mereka tersebar melalui cetakan
·         Bahasa Melayu tinggi: di Balai Pustaka
·         Bahasa Melayu pasar: di Sin Po, Keng Po

Ejaan Suwandi (Republik)
Pada tahun 1947
Dasar: ejaan van Ophuijsen dengan penyerderhaan
Beberapa penyerderhanaan
·         oe dan u semuanya jadi u
·         tidak membedakan ai dan aï
·         Bunyi hamzah menjadi k seperti tak, takluk
·         Kata ulang dengan 2  seperi kuda2  kadang2

Ejaan yang disempurna Tahun 1972
Tahun 1972
Dasar: penyatuan ejaan di antara Brunei, Malaysia, Indonesia, Singapura
Beberapa perubahan
·         tj berubah menjadi c
·         dj berubah menjadi j
·         j berubah menjadi y
·         nj berubah menjadi ny
·         sj berubah menjadi sy
·         a berubah menjadi a
·         e dan é menjadi e
·         ch berubah menjadi kh

Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia
·         Sumpah pemuda 28-10-1928 : Lahir bahasa Indonesia dari bahasa Melayu
·         Kongres Bahasa Indonesia (KBI)
·         KBI 1 di Solo               25 Juni – 28 Juni 1938
·         KBI 2 di Medan           28 Oktober – 2 November 1954
·         KBI 3 di Jakarta          28 Oktober – 3 November 1978
·         KBI 4 di Jakarta          21 November – 26 November 1983
·         KBI 5 di Jakarta          28 Oktober – 3 November 1988
·         KBI 6 di Jakarta          28 Oktober – 2 November 1993
·         KBI 7 di Jakarta          26 Oktober – 30 Oktober 1998
·         KBI 8 di Jakarta          14 Oktober – 17 Oktober 2003
·         KBI 9 di Jakarta          28 Okober – 1 November 2008

Bagian Ketiga
Pada bagian ketiga akan membahas tentang Kecermatan Bahasa,  perubahan ejaan,  beberapa kekeliruan seperti kekeliruan bahasa, ejaan dan singkataan dan masih ada beberapa diantaranya yang akan saya bahas dibawah ini.
Kecermatan bahasa
Bahasa Tulisan
Bahasa tulisan terdiri atas :
·         Ejaan aksara
·         Kata, frasa, klausa,
·         Kalimat
·         Paragraf
·         Wacana
·         Semuanya perlu diperhatikan untuk menghasilkan tulisan yang betul dan baik

Pelengkap untuk menulis :
·         Kamus
·         Tata bahasa baku
·         Pedoman ejaan dan pembentukan istilah

Perkuliahan
·         Mahasiswa mengarang
·         Karangan dibahas

Tata Bahasa
·         Pedoman untuk kecermatan berbahasa (terutama bahawa tulisan) adalah Tata Bahasa
·         Salah satu buku tentang tata bahasa adalah:
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, edisi ketiga, terbitan Balai Pustaka
·         Dalam hal ada keraguan, ada baiknya, kita memeriksanya di dalam buku tata bahasa

Perubahan Ejaan
Ada sejumlah perubahan ejaan
·         universitet  universitas                        bis          bus
·         universitit               universitas            sistim    sistem
·         fakultet                  fakultas
·         fakultit                   fakultas
·         analisa                   analisis
·         sintesa                   sintesis
·         hidrolisa                 hidrolisis
·         elektrolisa              elektrolisis
·         diagnosa                diagnosis
·         hipotesa                 hipotesis

Dari Kata Asing
Berasal dari kata asing
·         (lelaki)                   (perempuan)   (jamak)
·         Doktorandus         doktoranda      doktorandi
·         Alumnus                alumna                        alumni
·         Promovendus       promovenda    promovendi
·         Sanctus                      sancta                    sancti

Kekeliruan
Kekeliruan terletak pada
·         Kata                 : sambung atau pisah, ejaan, huruf kapital, kata ulang,
                          berlebihan, tidak taat asas (konsisten)
·         Tanda baca      : letak, bentuk, jarak
·         Kalimat             : kelengkapan kalimat, subyek dan obyek, keterangan
·         Paragraf            : terlalu panjang, letak inti paragraph
·         Wacana            : plot kurang baik

Jenis kekeliruan bahasa
Jenis kekeliruan
·         Ejaan kata
·         Tanda baca
·         Singkatan
·         Berlebihan
·         Kalimat
·         Paragraf

Kekeliruan ejaan
Awalan dan partikel di
·         Awalan di- disambung, seperti buku itu ditulis
·         Awalan di- merupakan bentuk pasif sehingga ada bentuk aktif

       ditulis       lawan       menulis
       dijual        lawan       menjual
       dimuat     lawan       memuat
Dua macam ejaan dengan tujuan berbeda
·         masukan   dan  masukkan
·         keluar        dan   ke luar

Kekeliruan bentuk pasif
Bentuk pasif
·         Orang ketiga   : akan diberikannya
·         Orang pertama           : akan kuberikan,        akan saya berikan
·         Orang kedua   : akan kauberikan, akan anda berikan
·         Betul    : akan saya berikan, akan anda berikan
·         Salah   : saya akan berikan, anda akan berikan
·         Betul    : akan Ali berikan
·         Salah   : Ali akan berikan

Kekeliruan huruf kapital
Ada aturan tentang penggunaan huruf kapital (lihat Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan)
·         Sekolah Terpadu Widiasari adalah salah satu sekolah terpadu di wilayah Jakarta
(ada kata sekolah terpadu sebagai nama, menggunakan huruf kapital, dan ada sekolah terpadu yang bukan nama, tidak menggunakan huruf kapital)

Kekeliruan pada kata ulang
Ada kalanya kata ulang digunakan untuk menunjukkan jamak (tidak harus) seperti
·         Pada waktu istirahat, siswa-siswa bermain di pelataran sekolah.
Kata ulang tidak digunakan kalau di depannya sudah disebut jumlahnya atau yang dapat diartikan sebagai jumlah.
·         Pada waktu istirahat, banyak siswa (bukan siswa-siswa) bermain di pelataran sekolah.

Kekeliruan singkatan
·         S.H.  (SH)
·         Dr.  (Dr)
·         Prof  (Prof.)

Berlebihan
·         naik ke atas     (naik)
·         turun ke bawah   (turun)
·         sejak dari   (sejak)
·         agar supaya  (agar;  supaya)
·         demi untuk  (demi)
·         adalah merupakan  (merupakan)
·         eperti … dan sebagainya  (seperti ….)
·         misalnya … dan lain-lain (misalnya ….)
·         antara lain … dan seterusnyua  (di antaranya ….)

konsistensi
Konsistensi terdiri atas
·         Istilah yang digunakan
            Sekali menggunakan semacam istilah maka seterusnya
            harus menggunakan istilah yang sama
·         Kata kerja yang digunakan
            Bentuk kata kerja yang digunakan supaya seragam

Konsistensi istilah
Contoh (contoh tidak konsisten)
·         Program ini dibuat untuk memudahkan para pengguna di perusahaan. Karena itu para pemakai supaya mempelajari cara kerja dari program ini. Untuk itu diadakan pelatihan yang diikuti oleh para user.
·         Sekolah Widiasari adalah sekolah terpadu yang mengasuh berbagai jenjang sekolah di bawah satu atap. Widiasari menempati lahan yang luas di wilayah Gading Serpong.
·         Sekolah Widiasari diasuh oleh pengurus Yayasan Widiasari. Dewan pengurus Yayasab Widiasari mengadakan rapat rutin setiap hari Rabu


Konsistensi kata kerja
Contoh (tidak konsisten)
             Usaha dalam perbaikan mutu ini meliputi kegiatan,
            melaksanakan semua misi yang sudah ditetapkan,
            melanjutkan program kerja tahun lalu,
            mengerjakan semua tugas yang belum rampung,
            peningkatan kegiatan belajar di kalangan siswa,  (tidak konsisten)
            memperbaiki aturan yang berlaku, dan
    mengadakan pertemuan di antara para pelaksana.

Kekeliruan tanda baca
Letak titik dan koma pada tanda kutip
·         … ini”.         (…ini.”)
·         … itu”, katanya   (… itu,” katanya)

Koma pemisah
·         … satu, dua dan tiga …   (… satu, dua, dan tiga)
            Elipsis sebanyak tiga titik
·         Demikianlah ……..  katanya. (Demikianlah … katanya.)
·         Ada ini, ada itu, dan …. (titik keempat adalah titik akhir kalimat)

Kalimat tidak lengkap
Aturan kalimat
Berawal dari huruf kapital, berakhir dengan titik, dan lengkap
Contoh kalimat tidak lengkap
·         Berhubungan sekolah akan diliburkan pada hari pertama puasa.
·         Karena semua orang sudah merasa lelah dan lapar.
·         Pada hari mendung yang sesekali diguyur hujan lebat dan yang sesekali banjir

Kata kerja
·         Setiap kali menemukan kata kerja, tanyakan subyek dan(bila ada) obyeknya
·         Daripadanya temukan ketaklengkapan atau kekeliruan kalimat

Awalan me- dan akhiran –kan dan –i
·         Awalan me- perlu jelas subyeknya
·         Akhiran –kan dan –i perlu jelas objeknya
·         Letak subyek sedekat mungkin dengan kata kerjanya
·         Letak obyek sedekat mungkin dengan kata kerjanya

Akhiran  -kan dan –i
Kata kerja berakhiran me –kan atau me–i adalah kata kerja transistif sehingga perlu diikuti langsung oleh obyek (berupa kata atau frasa)
·         Setelah lulus SMA, para siswa itu meneruskan ke perguruan tinggi.
            (Meneruskan adalah transistif sehingga memerlukan obyek)
      Setelah lulus SMA, para siswa itu meneruskan studi mereka ke perguruan tinggi
·         Setelah guru menerangkan hitungan perkalian maka para siswa harus mempelajari di sekolah segera setelah pelajaran itu selesai.
            (Mempelajari adalah transitif sehingga memerlukan obyek)
      Setelah guru menerangkan hitungan perkalian maka para siswa harus mempelajarinya segera setelah pelajaran itu selesai.

Awalan me
·         Awalan me- adalah kata kerja yang dikerjakan oleh subyek
·         Pada awalan me- kita menemukan subyek
      Ia membaca buku                                      subyek : ia
      Guru memberi pelajaran di kelas           subyek : guru
      Mahasiswa menulis skripsi                      subyek : mahasiswa

Keliruan kalimat
Subyek dan obyek
     (Bagi) mahasiswa harus mendaftarkan diri paling lambat esok.
     Subyek: mahasiswa bukan bagi mahasiswa
     (Pada) kongres itu juga membahas  tentang peran ibu.
     Setelah lulus SMA mereka melanjutkan (studi) ke perguruan tinggi.
     Obyek: akhiran -kan memerlukan obyek


Subyek dan obyek dalam kalimat
Subyek dan obyek
·         Bagi mahasiswa yang namanya tidak tercantum pada Daftar Peserta Mata Kuliah ini tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan dan harap melapor ke Bagian Registrasi.
                                (siapa yang tidak diperkenankan)
·         Bagi mahasiswa yang memakai kaos oblong dan sandal dilarang masuk.
                        (siapa yang dilarang)
·         . . . pada hari Jumat, 21 Agustus 2009, sekolah diliburkan dan masuk kembali seperti biasa Senin, 24 Agustus 2009.
                        (siapa yang masuk kembali)

Kata Keterangan
Kata keterangan diletakkan sedekat mungkin dengan kata yang diterangkannya
      Ulang pernikahan ketiga
      Ulang tahun ketiga pernikahan
      Pengguna jalan lain
      Lain pengguna jalan

Letak Frasa Keterangan dalam kalimat
Letak frasa keterangan dapat mengaburkan arti
·         Mereka makan dan minum di restoran yang buka setiap hari
                        (setiap hari itu makan dan minum ataukah restoran yang buka?)
                        menjadi
·         Setiap hari mereka makan dan minum di restoran yang buka.
·         Mereka makan dan minum di restoran yang setiap hari buka.

Kekeliruan Kalimat
·         Bagi mahasiswa yang namanya tidak tercantum pada Daftar Peserta Mata Kuliah ini tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan dan harap melapor ke Bagian Registrasi
                        (siapa yang tidak diperkenankan)
·         Bagi mahasiswa yang memakai kaos oblong dan sandal dilarang masuk
                        (siapa yang dilarang masuk)




Kalimat terlalu panjang
Panjang kalimat
Kalimat yang terlalu panjang sukar dipahami orang dan juga melelahkan pembaca
Pecahkan kalimat panjang ke dalam beberapa kalimat pendek sehingga terbaca jelas kaitan di antara subyek dengan kata kerja serta kaitan di antara kata kerja dengan obyek
Contoh
            Sekolah ini selama 65 tahun telah berjasa mencerdaskan masyarakat dan membangun sistem dan tata nilai di masyarakat melalui pengajaran budi pekerti, etika, dan moral, di samping itu siswa sekolah Widiasari dikenal dengan penguasaan bahasa asing Jerman dan Inggris yang sangat kuat berkat pengajaran bahasa Jerman dan Inggrisnya yang intensif.
(supaya dipecah ke dalam beberapa kalimat)

Paragraf
Ukuran paragraf
            Terlalu panjang menjadi sukar dipahami orang
Inti paragraf
            Terletak di kalimat-kalimat awal paragraf atau akhir paragraf
Contoh :
·         Berkat kerja keras anggota panitia sehingga, pada tahun ini, sekolah dapat mengasuh X kelas. Mereka terdiri atas X1 kelas siswa prasekolah, X2  kelas siswa SD, X3 kelas siswa SMP, dan X4  kelas siswa SMA. Semua siswa itu merupakan pendaftar baru ke sekolah ini.
                        (Inti terletak di kalimat awal)
Wacana
Wacana
·         Wacana merupakan keseluruhan tulisan
·         Wacana supaya disusun dengan plot yang baik sehingga terdapat alur yang serasi dari paragraf ke paragraf
·         Plot yang baik akan membuat wacana enak dibaca


Kesamaan dan Perbedaan
·         Benar             betul                                      kami           kita
·         Bukan           tidak                                      lompat       loncat
·         Jenjang          tangga                                  salah           keliru
·         Girang            senang                                 kepala         hulu
·         Nama                gelar                                   asam           masam
·         Asin                  masin                                   impi             mimpi
·         Bundar             bulat                                     putar          edar
·         Tahu                 ketahu                                 bantu          tolong
·         Mohon             pohon                                   sakit            nyeri
·         Kawan              teman                                   sudah          telah
·         Pekan               minggu                                 nilai             harga
·         Lunak               lembut                                    jiwa             nyawa

Renungan
      Mengejar ketinggalan
      Mendahului
      Lebih sedikit
      Sedikit lebih
      Menyasar  sasaran

Kesimpulan
Perkuliahan Kapita Selekta mengingatkan kembali saya kepada sejarah dari Bahasa Indonesia. Selain itu, pengetahuan saya dalam teknik penulisan menggunakan Bahasa Indonesia juga bertambah. Saya dapat belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal kecil dalam penulisan menggunakan Bahasa Indonesia.

0 komentar: