Simbol dan arsitektur


Pada pertemuan keempat mata kuliah kapita selekta membahas tentang simbol dan arsitektur  yang dibimbing oleh Eduard Tjahjadi.
Simbol dan arsitektur
Symbol :
Etymology:
symbolum (Latin)
symbolon – σύμβολον (Greek )
objek, gambar, tulisan, suara, atau tanda tertentu yang mewakili sesuatu yang lain oleh asosiasi, kemiripan, atau konvensi
Symbol :
• merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan sesuatu yang telah
berlangsung disemua kebudayaan sepanjang waktu
• mencerminkan intelektualitas, emosi dan spririt manusia
• memungkinkan terjadinya sebagian besar hubungan komunikasi manusia dalam
bentuk tertulis maupun verbal, gambar ataupun isyarat
• merupakan bahasa universal lintas budaya dan zaman

Arsitektur
Architectura – Latin
arkitekton, ρχιτεκτονική – arkhitektonike – Greek
artinya : kepala atau pemimpin dan pembangun atau tukang kayu (Τεκτονική)
adalah : seni dan ilmu merancang bangunan dan struktur fisik lainnya.
Arsitektur, dalam definisi yang lebih luas
meliputi semua kegiatan desain :
dari level mikro (desain bangunan atau bangun-bangunan, kompleks bangunan, desain furnitur)
ke tingkat makro (desain perkotaan: kawasan, bagian kota, arsitektur lansekap)
saat ini, arsitektur dapat merujuk kepada aktivitas merancang sistem apapun dan sering digunakan dalam dunia TI
Karya arsitektur sering dianggap sebagai :
  • karya seni
  • simbol politik dan budaya

Sejarah peradaban manusia sering diidentikkan dengan karya arsitektur yang masih ada sebagai bagian perjalanan peradaban manusia itu sendiri.
 
Arsitektur lahir dari dinamika antara :
                                         Kebutuhan >< cara
tempat tinggal                                                bahan bangunan
keamanan                                                       teknologi
ibadah, dll                                                       keterampilan yang tersedia

Arsitektur sebagai tanda atau komunikasi
Uraian sederhana berikut preseden, diharapkan dapat membantu memperjelas kualitas penting arsitektur sebagai tanda atau komunikasi.
Vitruvius, arsitek Roma pada awal abad ke-1 Masehi berpendapat, bangunan yang baik harus memenuhi tiga prinsip (De architectura) :
firmitatis - utilitatis - venustatis
daya tahan - berdiri kokoh dan tetap dalam kondisi baik
utility - bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi orang-orang yang
menggunakannya
keindahan - menyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka
dalam banyak peradaban kuno, arsitektur dan urbanisme mencerminkan keterlibatan konstan dengan yang ilahi dan supernatural.
Budaya tradisional melibatkan faktor-faktor yang bersifat :
fisik
nonfisik :
khususnya bersifat simbolik
Simbol-simbol digunakan untuk mengkomunikasikan makna susunan tertentu
CINA
·         Istana Kaisar dinasti Ming dan Qing
·         dibangun pada tahun 1407 oleh dinasti Kaisar Ming ke III (1368-1644)
·         merupakan tempat kediaman Kaisar dinasti Qing lainnya (1644-1911)
·         bangunan yang mencerminkan seni bangunan klasik Cina dan arsitektur feodal.
·         kompleks Kota Terlarang sejak 1987 menjadi karya arsitektur yang dilindungi oleh UNESCO
KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGGRAT
pusat yang secara simbolis menyatu dengan lingkungannya dan menghubungkan secara vertikal
  • mikrokokosmos (yang tampak) -- yang tertinggi dari rakyatnya.
  • makrokosmos (yang tidak tampak) -- yang berhubungan dengan hal-hal diluar fisik.

CANDI BOROBUDUR

Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an masehi.
Struktur Candi Borobudur
·         berbentuk punden berundak, yang terdiri dari:
  • enam tingkat berbentuk bujur sangkar
  • tiga tingkat berbentuk bundar melingkar
  • sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Dan beberapa stupa tersebar di semua tingkat-tingkatannya
sepuluh tingkat menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana, yakni menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah".
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu, yang mempresentasi dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.
Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas.
Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.
Kota-kota di Timur Tengah mempunyai suatu struktur yang bertentangan dengan bentuk-bentuk kota di Amerika Serikat
Organisasi kota-kota Muslim dan Yahudi lebih :
membatasi dan mengendalikan perilaku, dengan cara membatasi mobilitas, daripada
meningkatkan pergerakan dan perhubungan lalu lintas
Kota-kotanya memiliki sejumlah besar distrik yang spesifik dalam hal etnik, religius,
Ataupun fungsi
Amerika Utara
contoh dari Amerika Utara:
Washington, Amerika Serikat.
sistem jaringan ini disusun secara teknis (beraturan)
nilai tertinggi ditempatkan pada mobilitas dan fieksibilitas
Amos Rapoport,
Simbol dan Arsitektur
Karya arsitektur sebagai simbol
kekuasaan
politik
kebangkitan/kejayaan kebangsaan
ekonomi
demokrasi
kemajuan teknologi
sustainability approach
 
·         gerbang kemenangan (Arc de triomphe) menghormati mereka yang berjuang untuk Perancis, terutama selama Perang Napoleon.
·         di bagian dalam dan bagian atas busur ada semua nama-nama jenderal dan nama perang yang terjadi
·         Monumen itu dirancang oleh Jean Chalgrin pada tahun 1806
Pawai kemenangan terkenal masa lalu atau di bawah Arc :
• Jerman pada tahun 1871
• Perancis pada tahun 1918
• Jerman pada tahun 1940
• Perancis dan Sekutu pada tahun 1944 dan 194
Di atas gerbang adalah Quadriga, sebuah kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda didorong oleh Victoria, dewi Romawi kemenangan
Desain Gerbang didasarkan pada Propylaea, pintu gerbang Acropolis di Athena, Yunani dan konsisten dengan sejarah Berlin klasisisme arsitektur (pertama, Baroque, dan kemudian neo-Palladian).
Gerbang pertama "Athena di atas Sungai Spree" oleh arsitek Gotthard Carl von Langhans.
Quadriga ibukota itu diukir oleh Johann Gottfried Schadow
Prusia kalah pertempuran Jena-Auerstedt
Quadriga dibawa Napoleon ke Paris
1814
Napoleon kalah di Prusia dan pendudukan Paris oleh Jenderal Ernst von Pfuel
Quadriga dikembalikan ke Berlin, dilengkapi dengan simbol baru kekuasaan Prusia, Iron Cross
Gerbang tengah boleh dilewati hanya oleh keluarga kerajaan, serta anggota keluarga Pfuel (1814-1919).
JAKARTA
Arsitektur di Jakarta, antara lain:

RUNTUHNYA KEJAYAAN
karya-karya Arsitektur tetap dipertahankan sebagai simbol dari runtuhnya kejayaan suatu kekuasaan pada masanya, seperti yang terdapat di bawah ini:
Kaiser William Memorial Church (Kaiser-Wilhelm-Gedächtniskirche), Berlin dibangun 1890
rusak parah akibat bom udara pada PD II, tetap dipertahankan sebagai simbol untuk mengingatkan kita atas kekejaman yang dilakukan manusia yaitu perang.
untuk itu, bangunan ini tetap dipertahankan dan kemudian dibangun sebuah gereja disisinya tetapi dalam bentuk yang lebih sederhana, agar perhatian orang tetap terarah kepada Kaiser William Memorial Church (Kaiser-Wilhelm-Gedächtniskirche).
Bom atom yang jatuh di Nagasaki dan Hirosima (6 dan 7 Agustus 1945) di Jepang merupakan suatu bukti kekejaman manusia. Bom tersebut telah membumi hanguskan dua kota tersebut.
  SIMBOL KEKUASAAN EKONOMI
Karya-karya arsitektur banyak digunakan sebagai simbol kekuasaan ekonomi suatu negara. Seperti yang dapat kita lihat pada contoh-contoh di bawah ini:
SIMBOL DEMOKRASI
  • National Mall, Washington DC
  • Reichstag (Bundestag), Berlin
  • Bunderan HI, Jakarta
Washington DC Map
Gedung MPR/DPR RI
            Gedung MPR/DPR RI sebenarnya bukan merupakan gedung parlemen. Gedung ini dibuat atas usul Presiden Soekarno yang sifatnya netral (dalam dunia internasional) meskipun agak sedikit ke arah kiri (komunis sosialis). Oleh karena itu membentuk Gerakan Non Blok, untuk mengadakan konferensi itulah maka dibangunlah gedung ini.
            Makna dari bentuk kubah ini tidak ada hubungannya dengan demokrasi maupun ekonomi pemerintahan. Gedung ini cenderung tertutup dan berbeda dengan gedung parlemen milik Jerman. Hanya dari sisi arsitektur bentuk kubah ini sebagai penyangga jika dibandingkan dengan pilar-pilar, bentuk kubah lebih leluasa untuk memandang.
Bundaran HI (Hotel Indonesia)
            Patung yang terdapat ditengahnya sebagai simbol selamat datang untuk peserta Asian Games 1972. Ruang disekitar bundaran menjadi simbol untuk mengungkapkan demokrasi di Jakarta (banyak aksi unjuk rasa dan demonstrasi).

SIMBOL KEMAJUAN TEKNOLOGI
aMenara Eiffel, Paris, Perancis
dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis
harus dibongkar tahun 1909, maka itu menara dirancang agar mudah diruntuhkan
kota Paris telah berencana meruntuhkannya tapi setelah menara ini terbukti men-datangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa
Centre Georges Pompidou
SIMBOL SUSTAINABILITY APPROACH
Sustainability berarti boleh membangun tetapi berkelanjutan. Arsitektur juga harus menunjang sumber daya alam dan ramah lingkungan. Jadi karya arsitektur dapat bernilai positif bukannya negatif.
contoh : Green School, yang lantainya menggunakan bambu, dan lain-lain.
simbol sustainability approach

SEMIOTIKA OLEH KURNIA SETIAWAN


Pada pertemuan ketiga mata kuliah kapita selekta membahas tentang semiotika yang dibimbing oleh Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum.

Semiotika berarti ilmu analisis tanda atau studi tentang bagaimana sistem penandaan berfungsi. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti bahasa, sinyal, kode. Tanda-tanda adalah basis dari seluruh komunikasi. Tanda ataupun simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi. Manusia dengan perantaraan tanda – tanda, dapat melakukan komunikasi dengan sesamanya.

Beberapa Tokoh Yang Menjadi Pengagas Semiotika :
1.    St Agustinus (354-430)
Di abad pertengahan dikembangkan ilmu tanda oleh St. Agustinus (354-430), dia mengangkat soal tanda menjadi objek pemikiran filosofis dan dibatasi pada bagaimana kata fisik berhubungan dengan “kata mental”. OMG (Oh my God!) apa yang membuat saya menyebut kata “God”?
2.    William of Ockham, OFM (1285 – 1349)                  
Mempertajam studi tanda. Tanda dikategorikan berdasarkan sifatnya. Apakah ia di alam mental dan bersifat pribadi, ataukah diucapkan atau ditulis untuk publik.

SEMIOLOGY / SEMIOTIKA
Ferdinand De Saussure (1857-1913)
Ferdinand de Saussure yang berasal dari Swiss awalnya merupakan seorang pengajar di bidang Sansekerta dan linguistik sejarah. Ia mengkaji linguistic secara sinkronik buka diakronik. Kajian Ferdinand de Saussure (Bapak linguistik modern 1857-1913) tentang tanda bahwa tanda-tanda disusun dari dua (2) elemen, yaitu:
         aspek citra tentang bunyi dan
         sebuah konsep di mana citra bunyi disandarkan.
Ia mendefinisikan tanda linguistik sebagai entitas dua sisi.
         Sisi pertama disebutnya sebagai penanda (signifier)
         Sisi kedua disebutnya sebagai petanda (signified)

        Penanda (signifier) adalah aspek material dari sebuah tanda, atau aspek citra tentang bunyi (semacam kata atau representasi visual). Contoh: orang menyebut “anjing” (a/n/j/i/n/dan/g), apa yang didengar bukanlah anjing yang sesungguhnya, melainkan sebuah konsep tentang “keanjingan”, yaitu: berkaki empat, menggonggong, suka makan tulang, gigi yang tajam.
         Petanda (signified)adalah sebuah konsep di mana citra bunyi disandarkan. Contoh: konsep anjing yang sesungguhnya bisa saja berupa jenis buldog, spaniel, pudel dan lain-lain 
Kajian Saussure tentang tanda linguistik bersifat arbitrer, maksudnya konsep tentang anjing tidak harus selalu dibangkitkan oleh penanda dalam bunyi a/n/j/i/n/g, tapi bisa pula dengan d/o/g (Inggris) atau h/u/n/d (Jerman) atau c/h/i/e/n (Perancis).
Suatu penanda tanpa petanda tidak berarti apa-apa dan karena itu tidak merupakan tanda. Sebaliknya, suatu petanda tidak mungkin disampaikan atau ditangkap lepas dari penanda; petanda atau yang dtandakan itu termasuk tanda sendiri dan dengan demikian merupakan suatu faktor linguistik. “Penanda dan petanda merupakan kesatuan seperti dua sisi dari sehelai kertas,” kata Saussure.
Louis Hjelmslev, seorang penganut Saussurean berpandangan bahwa sebuah tanda tidak hanya mengandung hubungan internal antara aspek material (penanda) dan konsep mental (petanda), namun juga mengandung hubungan antara dirinya dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. Bagi Hjelmslev, sebuah tanda lebih merupakan self-reflective dalam artian bahwa sebuah penanda dan sebuah petanda masing-masing harus secara berturut-turut menjadi kemampuan dari ekspresi dan persepsi. Louis Hjelmslev dikenal dengan teori metasemiotik (scientific semiotics). Sama halnya dengan Hjelmslev, Roland Barthes pun merupakan pengikut Saussurean yang berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu. 
Roland Barthes (1915-1980) 
Salah seorang sarjana yang secara konservatif menjabarkan teori De de Saussure ialah Roland Barthes (1915-1980). Ia menerapkan model De de Saussure dalam penelitiannya tentang karya-karya sastra dan gejala-gejala kebudayaan, seperti mode pakaian. Bagi Barthes komponen-komponen tanda penanda - petanda terdapat juga pada tanda -tanda bukan bahasa antara lain terdapat pada bentuk mite yakni keseluruhan si stem citra dan kepercayaan yang dibentuk masyarakat untuk mempertahankan dan menonjolkan identitasnya. Ia berpandangan bahwa sebuah system tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.
Selanjutnya Barthes (1957 dalam de Saussure) menggunakan teori significant-signifie yang dikembangkan menjadi teori tentang metabahasa dan konotasi. Istilah signifiant menjadi ekspresi (E) dan signifie menjadi isi (C). Namun Barthes mengatakan bahwa antara E dan C harus ada relasi (R) tertentu, sehingga membentuk tanda ( sign, Sn). Konsep relasi ini membuat teori tentang tanda lebih mungkin berkembang karena relasi ditetapkan oleh pemakai tanda. Menurut Barthes, ekspresi dapat berkembang dan membentuk tanda baru, sehingga ada lebih dari satu dengan isi yang sama. Pengem-bangan ini disebut sebagai gejala meta -bahasa dan membentuk apa yang disebut kesinoniman (synonymy). Setiap tanda selalu memperoleh pe -maknaan awal yang dikenal dengan dengan istilah denotasi dan oleh Barthes disebut sistem primer. Kemudian pengembangan -nya disebut sistem sekunder. Sistem sekunder ke arah ekspresi dise but metabahasa.  Sistem sekunder ke arah isi disebut konotasi yaitu pengembangan isi sebuah ekspresi. Konsep konotasi ini tentunya didasari tidak hanya oleh paham kognisi, melainkan juga oleh paham pragmatik yakni pemakai tanda dan situasi pemahamannya. Dalam kaitan dengan pemakai tanda, kita juga dapat memasukkan perasaan sebagai (aspek emotif) sebagai salah satu faktor yang membentuk konotasi. Model Barthes demikian juga model De de Saussure tidak hanya diterapkan pada analisis bahasa sebagai salah satu aspek kebudayaan, tetapi juga dapat digunakan untuk menganalisis unsur -unsur kebu-dayaan.
Semiotik yang dikembangkan Barthes juga disebut dengan semiotika konotatif. Terapannya juga pada karya sastra tidak sekadar membatasi diri pada analisis secara semios is, tetapi juga menerapkan pendekatan konotatif pada berbagai gejala kemasyarakatan. Di dalam karya sastra ia mencari arti ’kedua’ yang tersembunyi dari gejala struktur tertentu (van Zoest, 1993).


                  Umberto Eco (1932- ____ )
Seorang Sejarahwan, filsuf dan novelis berkebangsaan Italia. Ia lebih menekankan manipulasi tanda dalam studi mengenai semiotika. Menurutnya tanda dapat digunakan untuk menyatakan kebenaran juga kebohongan.